Dari tulisan-tulisan sebelumnya, kita sudah memahami tiga hal berikut:
Artinya, kita sudah bisa masuk ke materi perencanaan negara.
Sekarang coba bayangkan:
Bagaimana menyelaraskan semua pihak?
Singkatnya,
Selain berkerja, mereka semua berembuk sepanjang tahun, untuk merumuskan anggaran satu tahun kedepan.
Lengkapnya, semua bermula dari pak Presiden, dan berujung di dokumen Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN), lalu Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Berikut alur dari sisi aktor-aktornya.
Meski presiden belum jadi pengguna langsung Krisna, beliau tetap dibahas di sini. Karena meskipun tidak mengakses langsung, semua perencanaan dan penganggaran NKRI sejatinya bermula dari arahan beliau.
Presiden adalah atasan langsung dari menteri. Menteri memimpin kementerian—K/L yang memiliki jangkauan ke seluruh Indonesia lewat OPD-OPD terkait.
Bagaimana dengan K/L non-kementerian? Dua menteri berpengaruh dalam perencanaan dan penganggaran seluruh K/L (menteri PPN & menteri keuangan) juga melapor langsung ke presiden.
Presiden juga mengarahkan besar & jenis bantuan dari pusat ke pemda. Tidak sedikit program-program daerah yang langsung dibiayai pusat lewat DAK—yang pilihan kegiatannya ditentukan oleh pusat.
Jadi jelas, karena posisi strategisnya di perencanaan & penganggaran, presiden perlu dibahas paling pertama.
Lalu, bagaimana cara presiden memberikan arahan? Secara formal dan tertulis bisa lewat:
Berikut 5 Program Nasional (PN) yang tercantum di RKP 2019:
Harapan presiden, semua kegiatan tahunan K/L dan pemda mengacu pada PN di tahun tersebut, karena akan berujung ke agenda prioritas yang dijanjikan beliau saat kampanye dulu. Tentu pencapaian presiden memegang peranan penting untuk elektabilitas dirinya serta partai pendukungnya kelak.
Seperti yang dilihat di atas, Bappenas membantu presiden mendetailkan rencana pembangunan beliau.
Berikut penjabaran dari PN ke Program Pemerintah (PP) di RKP 2019
Berikut sasaran dan indikator dari PP 'Peningkatan Produksi, Akses dan Kualitas Konsumsi Pangan'.
Di RKP, PP memiliki target-target angka, didetailkan lagi menjadi Kegiatan Prioritas (KP), dan mulai memiliki informasi lokasi.
Contoh Kegiatan Prioritas di RKP 2019.
Dari mana Bappenas bisa mendapatkan informasi sedetail itu? Tentu saja dari K/L. Bappenas memiliki banyak direktorat yang menangani K/L-K/L terkait (biasa disebut sektor atau mitra K/L). Informasi dari mereka digunakan untuk bahan analisis, yang pada akhirnya tertuang di dokumen RPJMN & RKP.
Begitu juga dengan pemda. Bappenas juga punya direktorat mitra pemda (Direktorat Otonomi Daerah salah satunya).
Ini adalah kementerian yang mengurus pertanyaan penting, “ada uangnya atau tidak?”
Diberbagai fase, Kemenkeu ikut terlibat dari sisi keuangan & akuntansi (pagu, pengkodean rencana kegiatan, rekaman performa penyerapan anggaran, dll).
Kementerian ini didirikan untuk menilai performa kerja K/L & Pemda dalam melayani masyarakat. Posisinya strategis untuk menentukan perencanaan & penganggaran yang paling efektif-efisien buat NKRI.
Berikut hubungan RPJMN & RKP dengan dokumen-dokumen penting lainnya:
Renstra K/L adalah Rencana Strategis K/L, versi RPJMN dari K/L. Renja K/L adalah Rencana Kerja K/L, versi RKP dari K/L. RKA K/L adalah Rencana Kerja & Anggaran K/L.